Siapa yang peduli, ketika anak-anak, remaja, dan pemuda mulai terjerat kebiasaan merokok? Anak-anak balita dan Sekolah Dasar mulai meniru kebiasaan merokok kakak, orangtua, atau gurunya sendiri. Remaja mulai berani mencoba dan akhirnya kecanduan merokok. Para pemuda lebih suka menyakiti diri dan bergumul dengan kepulan asap rokok. Sementara, bangsa ini perlu generasi penerus yang cerdas, kuat, dan sehat, bebas asap rokok.
Siapa yang peduli, ketika biaya hidup rumah tangga semakin tinggi, sementara uang ratusan ribu dikeluarkan untuk membeli rokok oleh anggota keluarganya? Pengeluaran untuk rokok merupakan pengeluaran rumah tangga tertinggi kedua yang bisa menghabiskan seperempat dari pendapatan keluarga. Di sisi lain, anak-anak mereka masih memerlukan biaya untuk mengenyam pendidikan. Anggota keluarga lainnya masih perlu biaya untuk membeli makanan yang layak untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh mereka.
Siapa yang peduli, ketika orang-orang tidak berdosa ikut teracuni asap rokok yang diisap orang lain di tempat-tempat umum? Bahkan juga di sekolah dan rumah-rumah. Padahal, orang-orang tidak berdosa itu juga punya hak untuk hidup sehat. Mereka punya hak untuk menghirup udara segar. Mereka punya hak untuk menikmati fasilitas umum dengan semestinya. Dan di antara mereka, ada saudara-saudara kita dan anak-anak kita.
Siapa yang peduli?
Siapa yang peduli, ketika biaya hidup rumah tangga semakin tinggi, sementara uang ratusan ribu dikeluarkan untuk membeli rokok oleh anggota keluarganya? Pengeluaran untuk rokok merupakan pengeluaran rumah tangga tertinggi kedua yang bisa menghabiskan seperempat dari pendapatan keluarga. Di sisi lain, anak-anak mereka masih memerlukan biaya untuk mengenyam pendidikan. Anggota keluarga lainnya masih perlu biaya untuk membeli makanan yang layak untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh mereka.
Siapa yang peduli, ketika orang-orang tidak berdosa ikut teracuni asap rokok yang diisap orang lain di tempat-tempat umum? Bahkan juga di sekolah dan rumah-rumah. Padahal, orang-orang tidak berdosa itu juga punya hak untuk hidup sehat. Mereka punya hak untuk menghirup udara segar. Mereka punya hak untuk menikmati fasilitas umum dengan semestinya. Dan di antara mereka, ada saudara-saudara kita dan anak-anak kita.
Siapa yang peduli?











